118 Kepsek Dimutasi, Bupati Banyumas Tegaskan Komitmen Pendidikan


RTNews. Banyumas - Langkah langkah pengabdian kembali diteguhkan. Bertempat di Pendopo Sipanji Banyumas, Jumat (27/03/2026).

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyerahkan Surat Keputusan (SK) mutasi kepada 118 kepala sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi pendidikan daerah.



Didampingi Wakil Bupati Dwi Asih Lintarti dan Sekretaris Daerah Agus Nur Hadie, momentum ini bukan sekadar seremoni, melainkan ikrar sunyi tentang masa depan generasi. 


Sebanyak 118 kepala sekolah yang dimutasi terdiri dari 9 Kepala SMP dan 109 Kepala SD, yang diharapkan membawa semangat baru ke ruang-ruang belajar.


Dalam pernyataannya, Bupati Sadewo menegaskan harapan besar kepada para kepala sekolah. Ia menyampaikan secara tegas, 


“Diharapkan kepala sekolah berperan sebagai pemimpin pembelajaran yang inspiratif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta responsif terhadap dinamika lingkungan pendidikan.” 


Kutipan ini menegaskan bahwa peran kepala sekolah bukan sekadar administratif, tetapi sebagai nahkoda perubahan.


Lebih jauh, Sadewo juga menyoroti pentingnya menghadirkan inovasi di tengah kompleksitas dunia pendidikan. 


Ia menegaskan, “Ini adalah amanah besar untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital demi meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Banyumas.” Pernyataan ini memperjelas arah kebijakan pendidikan yang berpijak pada kemajuan zaman.


Dalam upaya menjangkau anak-anak yang masih tercecer dari pendidikan, Bupati mengangkat kembali program Sipatas (Semangat Penanganan Anak Tidak Sekolah).


Ia menjelaskan secara rinci, “Program ini dirancang secara holistik untuk menangani persoalan Anak Tidak Sekolah secara berkelanjutan, melibatkan pemerintah, satuan pendidikan, hingga masyarakat luas.” Kutipan itu menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor.


Di tengah isu efisiensi anggaran yang kerap menggelisahkan, Sadewo memberikan penegasan yang menenangkan.


Ia menyatakan dengan lugas, “Kita masih kekurangan guru, jadi tidak masuk akal jika ada PHK. Saya meminta agar dicarikan solusi terbaik bagi kesejahteraan mereka.” Pernyataan ini menjadi jaminan moral bagi tenaga pendidik, khususnya P3K.


Para kepala sekolah yang menerima amanah mutasi pun diingatkan untuk menjadi garda terdepan dalam memastikan setiap anak mendapatkan hak pendidikan.


Dalam nada penuh harap, Sadewo menegaskan bahwa kepemimpinan pendidikan harus menyentuh sisi kemanusiaan dan keadilan sosial.


Peristiwa ini menjadi penanda bahwa perubahan bukan sekadar rotasi jabatan, tetapi gerak bersama menuju masa depan yang lebih terang.


Di balik setiap SK yang diserahkan, tersimpan doa, tanggung jawab, dan harapan bagi generasi penerus bangsa.


Dengan langkah ini, Pemerintah Kabupaten Banyumas meneguhkan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan memperkuat kualitas sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, serta berakar pada nilai-nilai kemanusiaan dan keimanan.


(Pandu Yuristian/Djarmanto-YF2DOI//Redaksi)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama