Banser Kembaran Tangani Laka, Damai di Tempat


RTNews. Banyumas - Di tengah denyut arus mudik yang mulai mengalun deras, sebuah kecelakaan lalu lintas terjadi pada Rabu malam (18/03/2026) sekitar pukul 21.20 WIB di kawasan Pasar Bengkoang, Desa Linggasari.



Peristiwa ini melibatkan sepeda motor Honda Scoopy dan mobil Grand Livina, saat kondisi jalan ramai namun masih terjaga kelancarannya. 


Insiden bermula dari pengereman mendadak kendaraan di depan, yang tak sempat diantisipasi pengendara motor di belakangnya.


Benturan pun tak terelakkan, menghadirkan luka pada tubuh pengendara motor di bagian tangan dan kaki.


Dalam suasana yang nyaris memantik kepanikan, kehadiran Banser Balantas dari Posko Mudik Satkoryon Kembaran menjadi cahaya pertolongan.


Dengan sigap, mereka mengevakuasi korban ke posko untuk mendapatkan penanganan awal, memastikan keselamatan menjadi prioritas utama di tengah situasi genting.


Demikian yang disampaikan Sahabat Masdar, kepada awak media Kamis Malam (19/02/2026) melalui jaringan telpon.


Ketua Posko Mudik Satkoryon Banser 2026, Latifuddin Dirno, menegaskan bahwa seluruh petugas telah dibekali kesiapsiagaan penuh dalam menghadapi dinamika arus mudik.


“Kami hadir bukan hanya menjaga kelancaran, tetapi juga memastikan keselamatan pemudik. Setiap kejadian kami tangani dengan cepat, terukur, dan penuh tanggung jawab,” tegasnya dalam arahan yang sarat pesan kemanusiaan.


Sementara itu, Ketua PAC GP Ansor Kembaran, Sahabat Masdar, mengambil peran penting dalam meredam potensi konflik. Ia memfasilitasi mediasi antara kedua pihak yang terlibat.


“Kami mengedepankan musyawarah dan nilai persaudaraan. Alhamdulillah, kedua belah pihak pengendara motor atas nama Yesi, warga asal bojongsari Purbalingga dan pengendara mobil atas nama Kevin asal Karangsentul, Padamara Purbalingga sepakat damai, saling memaafkan, dan menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan,” ujarnya dengan nada meneduhkan.


Lebih jauh, petugas Banser Balantas juga memberikan imbauan tegas kepada seluruh pengguna jalan. 


Dalam nasihatnya, mereka mengingatkan pentingnya menjaga jarak aman serta meningkatkan kewaspadaan. 


“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Jangan lengah, karena satu detik kelalaian bisa berujung musibah,” menjadi pesan kuat yang disampaikan kepada para pemudik.


Peristiwa ini menjadi cermin bahwa di balik hiruk pikuk perjalanan mudik, ada tangan-tangan ikhlas yang berjaga, menghadirkan rasa aman dan damai.


Posko Mudik Satkoryon Banser Kembaran bukan sekadar tempat singgah, melainkan ruang pengabdian yang menyalakan nilai kemanusiaan, menautkan luka menjadi damai, dan menjaga perjalanan tetap dalam lindungan Ilahi.


(Kontributor : Djarmanto-YF2DOI//Redaksi)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama