RTNews. Semarang - Dalam balutan senja Ramadan yang syahdu, Keluarga Alumni (KALAM) UIN Walisongo Semarang menyalakan lentera kepedulian dengan menyalurkan 150 paket sembako kepada marbot masjid, mushala, serta masyarakat sekitar kampus, Selasa (17/03/2026).
Kegiatan yang dirangkai dengan buka puasa bersama di Gedung Rektorat UIN Walisongo, Jalan Prof. Dr. Hamka, Ngaliyan, ini menjadi wujud nyata pengabdian alumni bagi umat, menjawab kebutuhan menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Musahadi, M.Ag., dalam arahannya menegaskan pentingnya menjaga ruh kebersamaan dan kepedulian sosial sebagai bagian dari pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat.
“Kampus tidak boleh berdiri sebagai menara gading. Ia harus hadir, menyapa, dan menguatkan masyarakat di sekitarnya, terlebih di bulan suci yang penuh keberkahan ini,” tegasnya penuh makna.
Ketua KALAM UIN Walisongo, Drs. H. Lukman Khakim, M.Si., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan panggilan nurani alumni dalam meringankan beban masyarakat.
“Menjelang Idul Fitri, kebutuhan meningkat. KALAM hadir sebagai bentuk kepedulian agar saudara-saudara kita, khususnya para marbot dan warga sekitar kampus, tetap dapat merasakan kebahagiaan Ramadan,” ujarnya lugas, meneguhkan semangat berbagi yang tulus.
Sementara itu, tausiyah yang disampaikan Guru Besar UIN Walisongo, Prof. Dr. KH Ahmad Rofiq, M.A., menjadi penyejuk jiwa sekaligus pengingat yang menggugah kesadaran. Ia menekankan bahwa setiap amanat jabatan adalah tanggung jawab besar yang kelak dipertanggungjawabkan, tidak hanya di dunia, tetapi juga di hadapan Allah SWT.
“Berhati-hatilah dalam setiap keputusan, bahkan dalam sebuah tanda tangan, karena di baliknya bisa tersimpan nasib dan masa depan seseorang,” pesannya dengan nada tegas dan penuh hikmah.
Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya Direktur Bina Haji Khusus Akhmad Fauzin serta jajaran pimpinan di lingkungan UIN Walisongo, yang bersama-sama memperkuat sinergi antara akademisi, alumni, dan masyarakat dalam membangun kepedulian sosial yang berkelanjutan.
Melalui langkah kecil namun sarat makna ini, KALAM UIN Walisongo meneguhkan bahwa Ramadan bukan sekadar ritual, melainkan momentum menghadirkan kasih sayang, mempererat ukhuwah, dan menegakkan nilai amanah, sebuah cahaya yang diharapkan terus menyala, menerangi jalan kehidupan hingga dunia dan akhirat.
(Kontributor : Agus F/Djarmanto-YF2DOI//Redaksi)

Posting Komentar