PP Al Falah Mangunsari Hidupkan Likuran dengan Ziarah Kubro


RTNews. Banyumas - Suasana religius penuh kekhusyukan menyelimuti kegiatan Ziarah Kubro Likuran Ramadhan yang diselenggarakan Pondok Pesantren Al Falah Mangunsari pada Selasa malam Rabu (10/03/2026) bertepatan dengan 21 Ramadhan 1447 H.



Ribuan jamaah yang terdiri dari keluarga besar Pesantren, santri, alumni, walisantri, tokoh agama, tokoh masyarakat,  serta masyarakat umum turut ambil bagian dalam perjalanan spiritual tersebut yang dimulai dari halaman Pondok Pesantren Al Falah Mangunsari, Tinggarjaya, Jatilawang, Banyumas.


Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 20.30 WIB itu dipimpin langsung oleh KH. Ahmad Shobri, Pengasuh PP Al Falah Mangunsari sekaligus Musytasyar PWNU Jawa Tengah, didampingi oleh beberapa putra putri beliau.


Rombongan jamaah diberangkatkan dengan konvoi tertib menggunakan kuranglebih sekitar 60 unit mikrobus, puluhan mobil pribadi, serta puluhan sepeda motor yang mengiringi perjalanan ziarah menuju sejumlah makam ulama besar di wilayah Banyumas.


Demi kelancaran dan keamanan perjalanan, rombongan jamaah mendapatkan pengawalan dan pengamanan dari Banser sejak titik keberangkatan di halaman pondok pesantren.


Barisan kendaraan bergerak rapi menyusuri jalan malam Ramadhan menuju setiap lokasi ziarah, menghadirkan pemandangan religius yang menggetarkan hati masyarakat yang menyaksikannya.

Rangkaian ziarah dimulai dengan berdoa di Makam Ibu Nyai Hj. Marfu’ah Shobri di Tinggarjaya, kemudian dilanjutkan menuju Makam Syekh Muzni Karangcengis Ajibarang, dan berikutnya berziarah ke Makam Syekh Maqdum Wali Karanglewas. 


Setelah itu, rombongan jamaah melanjutkan ibadah Qiyamul Lail di Masjid Agung Baitussalam Purwokerto, sebelum akhirnya kembali ke halaman Pondok Pesantren Al Falah Mangunsari menjelang waktu sahur.


Dalam kesempatan tersebut, KH. Ahmad Shobri menegaskan  bahwa kegiatan ziarah kubur merupakan bagian dari tuntunan Rasulullah SAW yang sarat hikmah spiritual.


“Ada perintah dari hadis Nabi zûrul qubûr tużakkirukum bil âkhirah, ziarahlah kalian ke kubur karena itu akan mengingatkan kepada akhirat,” tutur beliau saat ditemui awak media di kawasan Makam Syekh Maqdum Wali Karanglewas.


Beliau menjelaskan bahwa ziarah kubur mampu melembutkan hati manusia yang sering kali keras oleh kesibukan dunia. “Kalau kita sedang sibuk menghitung uang, kadang ingat akhirat hanya sedikit. Tetapi dengan ziarah kubur, hati menjadi lunak, tidak keras. Bahkan ada yang bisa meneteskan air mata karena sadar bahwa suatu saat kita juga akan menuju alam yang sama,” ungkapnya dengan nada penuh perenungan.


Lebih lanjut, KH. Ahmad Shobri mengingatkan pentingnya membagi waktu kehidupan secara seimbang antara urusan dunia dan akhirat.


“Waktu kita hanya dua puluh empat jam. Jangan dihabiskan untuk itu-itu saja. Harus dibagi antara kepentingan dunia dan bekal akhirat,” tegasnya dalam nasihat yang disampaikan kepada para jamaah.

Ia juga menuturkan bahwa rangkaian ziarah pada malam ke-21 Ramadhan ini merupakan bagian dari ikhtiar spiritual untuk meraih kemuliaan Lailatul Qadar. 


“Ziarah ini adalah bagian dari usaha kita menghidupkan malam-malam Ramadhan untuk menjemput lailatul qadar. Insyaallah dari malam ini hingga akhir Ramadhan, kita akan terus menghidupkan malam dengan ibadah di berbagai tempat,” pungkasnya.


Sementara itu, jamaah yang ditemui awak media lokasi, baik dari kalangan santri, wali santri maupun masyarakat umum, mengaku bersyukur dapat mengikuti kegiatan tersebut.


“Alhamdulillah kami sangat bersyukur bisa hadir langsung dalam ziarah kubro ini. Semoga semua doa yang dipanjatkan diterima Allah SWT, membawa keberkahan bagi keluarga, pesantren, dan masyarakat, serta semoga kegiatan ini mendapatkan ridho Allah SWT dan menjadi jalan meraih kemuliaan Lailatul Qadar,” tuturnya penuh harap.


Melalui kegiatan ini, Pondok Pesantren Al Falah Mangunsari berharap tradisi ziarah dan qiyamul lail di malam-malam likuran dapat terus menumbuhkan kesadaran spiritual umat. Di tengah hiruk-pikuk dunia, perjalanan menuju makam para wali menjadi pengingat lembut bahwa kehidupan hanyalah persinggahan singkat menuju keabadian di hadapan Allah SWT.


(Kontributor : Djarmanto-YF2DOI//Redaksi)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama