RTNews. ROKAN HILIR — Forum Anti Penyakit Masyarakat (PEKAT) Kubu–Kubu Babussalam melayangkan tuntutan tegas kepada aparat penegak hukum untuk segera memberantas peredaran narkoba dan penyakit sosial di wilayah mereka. Tuntutan tersebut dituangkan dalam sebuah nota kesepakatan bersama yang disusun dalam pertemuan di Balai Adat Kenegerian Kubu, Rantau Panjang Kiri, Kecamatan Kubu Babussalam, Kamis (16/4/2026).
Pertemuan itu dihadiri Kapolsek Kubu AKP Rudi Artono Sitinjak SH beserta jajaran, Camat Kubu H. Dr. Syafrizal SAg M.IS, Camat Kubu Babussalam Ahmad Marjan S.STP, unsur TNI, anggota DPRD Rokan Hilir Adil Makmur, kepala puskesmas, para kepala sekolah, penghulu se-Kecamatan Kubu dan Kubu Babussalam, serta tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, dan masyarakat.
Dalam dokumen bertajuk “Nota Kesepakatan Bersama Menggugat Kapolsek Kubu”, forum menegaskan sejumlah tuntutan, di antaranya penegakan hukum tanpa kompromi terhadap pelaku narkoba, termasuk oknum yang diduga membekingi, serta jaminan keamanan bagi masyarakat yang berani melapor.
Selain itu, Pemusnahan barang bukti narkoba perlu dilakukan bersama-sama dan disaksikan tokoh masyarakat, tokoh agama dan lainnya. peningkatan patroli rutin, serta penertiban penyakit masyarakat seperti minuman keras, prostitusi, dan praktik sosial lain yang dinilai meresahkan.
Forum turut meminta para Datuk dan Datin Penghulu di wilayah Kubu dan Kubu Babussalam untuk aktif menjalankan penegakan norma adat melalui kegiatan bolo kampung terhadap kasus perzinahan dan prostitusi.
Apabila kesepakatan ini tidak di indahkan dalam waktu yang ditentukan oleh Kapolsek Kubu, Pemerintah Kecamatan Kubu dan Kuba, maka akan dilakukan aksi demonstrasi di kantor Kapolsek Kubu dan kantor camat setempat
Pemangku Adat Kenegerian Kubu, H. Widiarto Kamalul Matwafa, menilai kondisi di wilayah Kubu dan Kubu Babussalam sudah memprihatinkan, terutama terkait peredaran narkoba.
“Kita tidak mau basa-basi. Ini kenyataan di daerah kita. Yang paling utama narkoba, kemudian kemaksiatan, dan juga pencurian. Ini tanggung jawab bersama, bukan hanya aparat,” ujar Widiarto.
Ia meminta seluruh pihak tidak menutup mata terhadap persoalan tersebut dan segera mengambil langkah nyata.
“Jangan tutup mata. Jangan tidak peduli. Kita harus ambil tindakan yang sebenar-benarnya. Narkoba ini yang paling merisaukan. Daerah kita ini sudah gawat,” katanya.
Menurut dia, dampak peredaran narkoba mulai dirasakan hingga kalangan pelajar. Karena itu, ia mendorong keterlibatan semua pihak, termasuk sekolah, dalam upaya pencegahan.
“Anak-anak SMP dan SMA sudah mulai terdampak. Kita harus duduk bersama, mencari solusi, demi keselamatan bersama,” ujar dia.
Sementara itu, Kapolsek Kubu AKP Rudi Artono Sitinjak menyatakan pihaknya menerima seluruh aspirasi masyarakat dan berkomitmen untuk menindaklanjutinya.
“Kami siap menindaklanjuti semua tuntutan. Namun, perlu dukungan dari seluruh elemen masyarakat agar upaya ini berjalan maksimal,” ujarnya.
(Kontributor Rozzi)



Posting Komentar