RTNews. Banyumas - Dalam balutan suasana hangat penuh keberkahan, Perhimpunan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Cabang Banyumas menggelar Silaturahmi dan Halalbihalal pada Sabtu (11/04/2026), bertempat di Hotel Elsotel, Purwokerto.
Kegiatan ini menjadi simpul pertemuan para pengurus dan kader TB dalam merajut kembali semangat pengabdian di jalan kemanusiaan.
Momentum Idulfitri 1447H dimaknai bukan sekadar tradisi, melainkan titik tolak memperkuat tekad bersama dalam memerangi tuberkulosis yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat.
Dalam bingkai silaturahmi, para kader menyatukan visi, memperkokoh sinergi, serta meneguhkan langkah menuju eliminasi TBC di Banyumas.
Suasana semakin syahdu saat tausiyah disampaikan oleh Eman Sutrisna yang mengalir lembut namun menghujam kesadaran.
Ia menegaskan bahwa perjuangan para kader TB bukan sekadar kerja sosial, melainkan bagian dari ibadah yang luhur dan bernilai pahala di sisi Ilahi.
“Momentum Idulfitri ini hendaknya menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus ikhlas dalam melayani masyarakat, termasuk para kader yang berjuang di garis terdepan penanggulangan TB,” tegas Eman Sutrisna, mengajak seluruh hadirin menata niat dan menjaga keikhlasan dalam setiap langkah pengabdian.
Sementara itu, Ketua PPTI Cabang Banyumas, Retno Widiastuti, dalam sambutannya menekankan pentingnya forum ini sebagai ruang refleksi sekaligus konsolidasi strategi ke depan.
Ia menilai silaturahmi bukan sekadar pertemuan, tetapi energi baru untuk memperkuat gerakan bersama.
“Silaturahmi ini adalah sarana berharga untuk mengevaluasi strategi, berbagi inovasi, dan menyusun langkah ke depan agar penanganan TBC di daerah kita semakin efektif,” ujar Retno dengan penuh keyakinan.
Lebih lanjut, ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh kader yang telah berjuang tanpa lelah di tengah masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh elemen untuk menjadikan momen ini sebagai penguat semangat pelayanan.
“Terima kasih atas dedikasi dan pengabdian seluruh kader TB dan pengurus. Mari kita jadikan momen ini untuk menyegarkan semangat (recharge) kita dalam melayani masyarakat,” imbuhnya, menegaskan harapan akan lahirnya energi baru dalam perjuangan.
Kegiatan berlangsung dalam nuansa kekeluargaan yang erat, ditandai dengan saling memaafkan dan mempererat ukhuwah.
Dari ruang sederhana itu, lahir komitmen besar, bahwa perjuangan melawan TBC bukan hanya tugas, tetapi panggilan jiwa untuk menyelamatkan sesama dan menghadirkan harapan bagi masyarakat Banyumas.
(Warto//Redaksi)

Posting Komentar