RTNews. Purwokerto - Di tengah derasnya arus digital yang kian tak terbendung, peluang baru terbuka lebar bagi generasi muda.
Rabu malam (22/04/2026), Academic Space.id menggelar webinar bertajuk “Ngedit Sama Nulis Bisa Dapet Cuan?” melalui Zoom Meeting, mengupas tuntas bagaimana keterampilan sederhana dapat menjelma menjadi sumber penghasilan nyata. Kegiatan ini diikuti puluhan peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, hingga pelaku UMKM.
Webinar yang dimulai pukul 19.00 WIB ini menghadirkan dua narasumber kompeten, yakni praktisi copywriting Aditya dan dosen sekaligus content creator Dani Arifudin.
Keduanya mengulas strategi memanfaatkan kemampuan editing video dan teknik menulis persuasif sebagai jalan menuju ekonomi kreatif yang menjanjikan di era modern.
Dalam pemaparannya, Aditya menegaskan bahwa kekuatan kata bukan sekadar estetika, melainkan senjata penggerak tindakan.
“Copywriting itu bukan hanya soal keren atau tidaknya tulisan, tapi bagaimana tulisan itu bisa menghasilkan dampak, bahkan uang,” tegasnya, menekankan pentingnya narasi yang mampu menggugah sekaligus mengonversi audiens menjadi peluang nyata.
Sementara itu, Dani Arifudin mengajak peserta untuk tidak terjebak pada keterbatasan alat.
Ia menekankan bahwa teknologi seperti CapCut justru membuka akses luas bagi siapa saja untuk berkarya.
“Sekarang bukan lagi soal alat mahal, tapi bagaimana kreativitas kita memanfaatkan tools yang ada,” jelasnya, menggarisbawahi bahwa kreativitas adalah mata uang utama di dunia digital.
Antusiasme peserta tampak membuncah dalam sesi diskusi interaktif.
Beragam pertanyaan mengalir, mulai dari langkah awal menjadi kreator, strategi membangun personal branding, hingga cara memonetisasi konten secara berkelanjutan.
Forum ini menjadi ruang belajar sekaligus ruang harapan bagi mereka yang ingin menapaki jalan baru di dunia digital.
Salah satu peserta, Hanna Ummu Aisyah, mengaku mendapatkan perspektif baru setelah mengikuti kegiatan ini.
“Selama ini saya pikir ngedit sama nulis itu cuma skill biasa, ternyata bisa banget dijadikan sumber penghasilan kalau tahu caranya. Dari webinar ini jadi lebih kebuka dan termotivasi untuk mulai,” ungkapnya, menegaskan bahwa kegiatan ini mampu membangkitkan kesadaran sekaligus keberanian untuk melangkah.
Founder Academic Space.id, Muhammad Umar Ibnu Malik, menegaskan bahwa kegiatan ini lahir dari kegelisahan yang sekaligus menjadi peluang besar.
“Kita sering lihat orang bisa ngedit, bisa nulis, tapi berhenti di situ. Padahal kalau diarahkan dengan benar, itu bisa jadi sumber penghasilan. Webinar ini hadir buat menjawab itu, bahwa skill itu bisa dikonversi jadi cuan,” tegasnya penuh keyakinan.
Ia juga menyampaikan harapan besar ke depan agar gerakan ini tidak berhenti pada tataran teori.
“Kami tidak ingin berhenti di webinar. Harapannya, setelah ini ada gerakan, orang mulai berkarya, mencoba, bahkan membangun ekosistem kreator yang saling tumbuh,” imbuhnya, menyerukan semangat kolaborasi dan keberlanjutan.
Melalui webinar ini, Academic Space.id meneguhkan pesan bahwa di balik kesederhanaan keterampilan, tersimpan potensi besar yang menunggu untuk dihidupkan.
Di era kompetisi digital yang semakin ketat, perpaduan antara kemampuan editing dan kekuatan narasi menjadi kunci bertahan sekaligus menjemput keberkahan rezeki di jagat maya.
(Kontributor : Djarmanto-YF2DOI//Redaksi)

Posting Komentar