Wakil Jaksa Agung Tekankan Kepemimpinan Strategis Nasional di Sespimti Polri: Kunci Ketahanan Pangan hingga Indonesia Emas 2045


RTNews. Jakarta - Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Jaksa Agung Republik Indonesia, Prof. Dr. Asep N. Mulyana, menegaskan pentingnya kepemimpinan strategis nasional yang berlandaskan integritas dan sinergi lintas sektor. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Kuliah Kerja Profesi (KKP) Sespimti Polri Dikreg ke-35 Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di Gedung Utama Kejaksaan Agung, Selasa (31/03/2026).

Dalam paparannya, Plt Wakil Jaksa Agung menekankan bahwa kepemimpinan strategis menjadi faktor kunci dalam menghadapi tantangan nasional dan global.

Kepemimpinan tersebut harus mampu mengawal:

  * Ketahanan pangan nasional

  * Kedaulatan energi

  * Pertumbuhan ekonomi berkelanjutan

Semua itu diarahkan untuk mendukung visi besar Indonesia Emas 2045.

Menurutnya, di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian—baik akibat konflik internasional maupun fenomena alam—integritas dan sinergi antar lembaga menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas nasional.

Kejaksaan, kata dia, berkomitmen penuh dalam mendukung Misi Asta Cita, khususnya dalam memperkuat sistem keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa.

Kejaksaan mengambil peran aktif melalui berbagai program strategis, antara lain:

  * Program Jaksa Mandiri Pangan, untuk menjaga stabilitas pasokan pangan nasional

  * Program Jaksa Garda Desa (Jaga Desa), guna memastikan penggunaan anggaran desa tepat sasaran

  * Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih, sebagai upaya memperkuat ekonomi biru dan kesejahteraan masyarakat pesisir

Program-program tersebut menunjukkan bahwa peran Kejaksaan tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga sebagai pengawal pembangunan nasional.

Dalam paparannya, Plt Wakil Jaksa Agung mengidentifikasi sejumlah tantangan krusial, di antaranya:

  * Risiko kebocoran anggaran negara

  * Modus penipuan yang semakin kompleks

Untuk mengatasi hal tersebut, Kejaksaan menerapkan pendekatan komprehensif yang mencakup:

  * Strategi preventif, melalui penguatan SOP dan pendampingan sejak tahap perencanaan

  * Strategi represif, melalui penegakan hukum yang tegas dan berkeadilan

Efektivitas kinerja Kejaksaan tercermin dari capaian signifikan dalam pemulihan keuangan negara.

Melalui Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara serta Satgas PKH, negara berhasil dipulihkan lebih dari Rp149 triliun.

Selain itu, bidang intelijen dan tindak pidana khusus juga aktif dalam:

  * Pengamanan proyek strategis nasional

  * Penyelamatan aset negara dari berbagai sektor

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari pola kepemimpinan kolaboratif yang menempatkan Kejaksaan, Polri, dan TNI sebagai mitra strategis pemerintah.

Sebagai penutup, Plt Wakil Jaksa Agung menyampaikan pesan kepada peserta Sespimti Polri agar:

  * Menjadi motor penggerak perubahan

  * Memiliki kepekaan terhadap krisis global dan nasional

  * Mampu menyatukan visi lintas lembaga

Ia menegaskan bahwa kepemimpinan masa depan harus adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada kepentingan bangsa.

Pemaparan ini menegaskan bahwa kepemimpinan strategis berbasis integritas dan sinergi menjadi fondasi utama dalam menghadapi tantangan global dan mewujudkan Indonesia Emas 2045.


Dengan kolaborasi yang kuat antar lembaga, diharapkan Indonesia mampu menjadi bangsa yang tangguh, berdaulat, dan berdaya saing tinggi di tingkat global.



(Zaenal HR// Red)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama