RTNews. BANYUMAS – Suasana khidmat dan penuh keberkahan menyelimuti Aula Asrama Queen Bumi Al Falah Jatilawang pada Kamis (25/06/2026) bertepatan dengan 10 Muharram 1448 Hijriah. Momentum Hari Asyura tersebut diisi dengan ngaji, doa bersama, serta berbagi kebahagiaan bersama anak-anak istimewa dan para sesepuh umat sebagai wujud kepedulian dan pengamalan nilai-nilai Islam yang penuh kasih sayang.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Asrama Queen Bumi Al Falah Jatilawang itu dipimpin langsung oleh Pengasuh Queen Bumi Al Falah, H. Agus Munif, M.Pd., yang lebih akrab disapa Gus Munif, didampingi istri beliau, Nyai Wahibatul Chikmah. Acara dibuka langsung oleh Gus Munif, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tahlil, ngaji bersama, dan doa bersama.
Lantunan ayat suci, dzikir, dan doa yang menggema di dalam aula menghadirkan suasana religius yang menyejukkan hati. Kebersamaan pada hari Asyura itu seakan menjadi jembatan kasih yang menyatukan doa, kepedulian, dan harapan.
Berdasarkan data panitia, kegiatan tersebut hadir langsung sekitar 45 dari total jumlah 53 yang akan menerima tali asih bebungah dan kebahagiaan, pada momentum Asyura tahun ini.
Saat dihubungi awak media melalui sambungan telepon pada Jumat malam (26/06/2026), Gus Munif, menyampaikan tambahan penjelasan bahwa beberapa peserta berhalangan hadir karena kondisi kesehatan dan udzur sehingga bingkisan dan perhatian tersebut diantarkan langsung ke rumah masing-masing.
"Total penerima tahun ini sebanyak 53 orang. Ada beberapa yang izin tidak bisa hadir karena sakit atau udzur, sehingga kami antarkan langsung ke rumah masing-masing," ungkap Gus Munif.
Beliau menegaskan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan semata-mata mengharap ridha Allah SWT dengan menghidupkan amaliah dan keutamaan Hari Asyura melalui kepedulian, kebersamaan, dan berbagi kebahagiaan kepada sesama.
"Hari Asyura mengajarkan kita untuk mendekat kepada Allah dengan mendekatkan kasih kepada sesama. Berbagi kebahagiaan kepada anak-anak istimewa dan para sesepuh merupakan ikhtiar menjemput rahmat dan keberkahan-Nya," tegasnya.
Gus Munif menjelaskan bahwa jumlah penerima manfaat setiap tahun tidak selalu sama dan menyesuaikan kemampuan yang dimiliki. Pada tahun-tahun sebelumnya, jumlah penerima bahkan pernah mencapai sekitar 80 orang.
"Jumlahnya menyesuaikan kemampuan yang kami miliki. Tahun-tahun sebelumnya pernah mencapai sekitar 80 orang," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan berbagi kebahagiaan tersebut telah menjadi tradisi kebaikan yang rutin dilaksanakan oleh keluarga besar Queen Bumi Al Falah. Selain momentum Muharram, kegiatan serupa juga digelar pada akhir Ramadan serta peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
"Kegiatan ini rutin dilaksanakan pada akhir Ramadan, Maulid Nabi Muhammad SAW, dan Muharram. Saat Maulid Nabi, jumlah penerima manfaat bahkan dapat mendekati 100 orang," tutur Gus Munif.
Menurutnya, penerima manfaat berasal dari lingkungan sekitar dan tidak hanya terbatas pada satu desa saja. Hal tersebut menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan kebermanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat.
"Alhamdulillah, kegiatan ini untuk masyarakat di lingkungan sekitar dan tidak hanya satu desa saja," katanya.
Perwakilan anak-anak istimewa dan para sesepuh umat turut menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada keluarga besar Gus Munif, Nyai Wahibatul Chikmah, Pondok Queen Bumi Al Falah, serta seluruh lembaga pendidikan yang berada di bawah naungannya.
"Kami bersyukur dan berterima kasih atas perhatian, kasih sayang, serta kebahagiaan yang kami rasakan. Semoga Allah SWT melimpahkan kesehatan, keberkahan rezeki, kemuliaan ilmu, dan perlindungan kepada Gus Munif beserta keluarga. Semoga Pondok Queen Bumi Al Falah dan seluruh lembaga pendidikannya terus maju, menjadi cahaya ilmu, serta melahirkan generasi yang saleh dan bermanfaat bagi umat," ungkap perwakilan peserta.
Momentum Asyura di Queen Bumi Al Falah Jatilawang bukan sekadar agenda tahunan, melainkan ikhtiar merawat kemuliaan hati dan menghidupkan nilai-nilai kepedulian. Dari doa yang dipanjatkan, dari kebersamaan yang dirajut, dan dari kebahagiaan yang dibagikan, lahirlah harapan agar rahmat Allah senantiasa menaungi anak-anak yang bertumbuh dalam kasih-Nya, memuliakan para sesepuh yang telah mengabdikan perjalanan hidupnya, serta menguatkan langkah lembaga-lembaga pendidikan dalam menebar ilmu, akhlak, dan kebermanfaatan bagi umat.
(Redaksi)

Posting Komentar