RTNews. BREBES – Ribuan jamaah dari berbagai daerah di Indonesia memadati Pondok Pesantren Al-Hikmah 2 Benda, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, dalam rangka Haul ke-15 Almaghfurllah KH Masruri Mughni, Minggu (14/6/2026). Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh haru sebagai bentuk penghormatan atas jasa besar sang ulama dalam membangun pendidikan Islam dan peradaban umat.
Rangkaian haul diawali dengan khataman Al-Qur’an 30 juz oleh para santri, mahasiswa-mahasiswi STAI Al-Hikmah 2, serta masyarakat sekitar pesantren. Pada pagi harinya juga digelar Temu Alumni Al-Hikmah se-Indonesia di GOR Al-Hikmah 2 yang mempertemukan para alumni dari berbagai penjuru Nusantara dalam suasana penuh kekeluargaan dan kerinduan kepada almamater.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Dewan Pengasuh PP Al-Hikmah 2 KH Sholahuddin Masruri meluncurkan buku biografi KH Masruri Mughni berjudul “Membangun Sanad Ilmu dengan Kasih Sayang”. Buku tersebut merupakan karya kolaboratif para akademisi dan tokoh pendidikan yang mengabadikan jejak perjuangan serta keteladanan almarhum dalam membangun dunia pesantren.
Puncak haul berlangsung selepas Salat Zuhur di Masjid An-Nur Al-Hikmah 2. Hadir dalam kegiatan itu para ulama, habaib, alumni, tokoh masyarakat, keluarga besar KH Masruri Mughni, serta ribuan jamaah yang datang untuk mendoakan dan mengenang perjuangan sang kiai.
Dalam tausiyahnya, Pengasuh Pondok Pesantren At-Taujieh Al-Islamy Leler Kebasen Banyumas, KH Zuhrul Anam atau Gus Anam, menegaskan bahwa KH Masruri Mughni memiliki jasa besar dalam mengubah wajah Bumiayu menjadi salah satu pusat pendidikan Islam yang disegani.
“Peran Kiai Masruri sangat besar. Beliau tidak dapat dipisahkan dari perubahan besar yang terjadi di Bumiayu dan sekitarnya. Melalui perjuangan, keteladanan, dan dedikasinya dalam dunia pesantren, Bumiayu berkembang menjadi salah satu pusat pendidikan Islam yang diperhitungkan di Jawa Tengah,” tegas Gus Anam di hadapan ribuan jamaah.
Menurutnya, KH Masruri Mughni membangun pesantren bukan sekadar sebagai tempat menuntut ilmu agama, melainkan pusat pembentukan karakter, penguatan akhlak, pengembangan intelektual, sekaligus pemberdayaan masyarakat.
“Pesantren bagi beliau adalah tempat melahirkan generasi berilmu, berakhlak, dan siap menghadapi zaman. Karena itu beliau mendorong santri tidak hanya menguasai kitab kuning, tetapi juga menempuh pendidikan formal hingga perguruan tinggi,” ujarnya.
Gus Anam menambahkan, di bawah kepemimpinan KH Masruri Mughni, Al-Hikmah berkembang menjadi lembaga pendidikan yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan tradisi Ahlussunnah wal Jamaah. Ribuan santri dari berbagai daerah berdatangan untuk menimba ilmu, sehingga membawa perubahan sosial dan budaya yang signifikan bagi masyarakat sekitar.
“Masjid semakin hidup, majelis taklim berkembang, tradisi keagamaan mengakar kuat, dan masyarakat semakin dekat dengan nilai-nilai Islam yang moderat serta penuh kasih sayang. Inilah warisan besar yang terus hidup hingga hari ini,” pungkasnya.
Haul ke-15 KH Masruri Mughni menjadi bukti bahwa jejak perjuangan ulama tidak pernah padam. Dari rahim pesantren, beliau telah menyalakan cahaya ilmu yang menerangi generasi demi generasi. Semangat dakwah, pendidikan, dan kasih sayang yang diwariskannya terus tumbuh, mengakar, serta menginspirasi umat untuk menjaga tradisi keilmuan Islam yang kokoh, teduh, dan membawa kemaslahatan bagi bangsa.
(Redaksi)

Posting Komentar