RTNews. BANYUMAS – Selembar daun sirih ternyata menyimpan makna kehidupan yang begitu dalam. Hal itulah yang disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, H. Ibnu Asaddudin, saat berbincang di Kantin Kejujuran Kemenag Banyumas, Senin pagi (29/06/2026).
Menurutnya, nginang bukan sekadar tradisi mengunyah sirih, pinang, kapur, dan gambir, melainkan warisan leluhur Jawa yang sarat nilai kehidupan, kesabaran, kesehatan, serta penghormatan kepada sesama.
“Nginang mengajarkan manusia agar tenang, tidak tergesa-gesa, menjaga lisan, dan menghormati orang lain. Orang Jawa dulu mengatakan alon-alon waton kelakon,” tuturnya.
Ia menjelaskan, perpaduan sirih dan pinang melambangkan keharmonisan hidup. Beragam unsur yang menyatu menjadi satu rasa mengajarkan pentingnya keseimbangan pikiran, perasaan, tindakan, dan hubungan sosial.
Selain menjadi simbol kesucian hati dan persaudaraan, tradisi nginang juga diyakini para sesepuh memiliki manfaat kesehatan.
“Para orang tua dahulu meyakini bahwa orang yang rutin mengunyah daun sirih, tubuhnya lebih segar dan harum. Sirih ibarat minyak wangi alami yang diproses tubuh. Dari sisi kesehatan pun daun sirih dikenal memiliki manfaat bagi daya tahan tubuh, tentu semuanya atas izin Gusti Allah SWT,” ungkapnya.
H. Ibnu Asaddudin mengingatkan agar masyarakat modern tidak malu mempelajari kearifan leluhur yang selaras dengan nilai agama dan kesehatan.
«“Jangan sampai kita kehilangan akar karena terlalu mengejar ranting. Yang membuat sehat bukan semata daunnya, tetapi rasa syukur, pola hidup yang baik, dan izin Gusti Allah SWT.”»
Di tengah kehidupan yang serba cepat, filosofi nginang kembali mengingatkan manusia untuk menjaga hati, merawat kejujuran, dan menghormati sesama.
Sebagaimana petuah Jawa:
«“Nginang iku dudu mung kanggo cangkem, nanging kanggo ngresiki ati lan pikiran.”»
Nginang bukan hanya untuk mulut, melainkan untuk membersihkan hati dan pikiran. Sebab keharuman sejati bukan hanya berasal dari tubuh yang sehat, tetapi dari lisan yang santun, hati yang jujur, dan jiwa yang senantiasa berserah kepada Allah SWT.
(Warto)

Posting Komentar