RTNews. PURWOKERTO – Wakil Bupati Banyumas Hj. Dwi Asih Lintarti secara resmi membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Paguyuban Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kecamatan se-Kabupaten Banyumas yang diselenggarakan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Banyumas bersama Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Sabtu (4/7/2026).
Kegiatan mengusung tema "Berjalan Bersama Mewujudkan Banyumas Produktif, Adil dan Sejahtera (Banyumas PAS)", rakor diikuti seluruh pengurus PKUB Kecamatan se-Kabupaten Banyumas, Pengurus FKUB, tokoh lintas agama, unsur penghayat kepercayaan, serta unsur pemerintah daerah untuk memperkuat sinergi menjaga kerukunan umat beragama.
Dalam sambutannya sekaligus membuka rakor, Wakil Bupati Hj. Dwi Asih Lintarti mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan PKUB dan FKUB memiliki peran strategis membangun komunikasi, memperkuat toleransi, mendeteksi potensi konflik sejak dini, serta menyelesaikan persoalan melalui dialog dan musyawarah.
Ia berharap sinergi seluruh elemen masyarakat terus diperkuat demi mewujudkan Banyumas yang produktif, adil, sejahtera, aman, damai, dan rukun serta bersama-sama menjaga generasi muda dari berbagai pengaruh negatif.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas H. Ibnu Asaddudin turut mengapresiasi rakor tersebut sebagai wadah menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi seluruh pengurus PKUB Kecamatan.
"Rakor ini menjadi momentum memperkuat sinergi, komunikasi, dan komitmen bersama dalam menjaga kerukunan umat beragama sesuai semangat Banyumas Produktif, Adil, dan Sejahtera," ujarnya.
Saat ditemui awak media, Ketua FKUB Kabupaten Banyumas Prof. Dr. K.H. Muhammad Roqib, M.Ag. menjelaskan rakor bertujuan menyamakan persepsi mengenai peran PKUB Kecamatan agar program-program kerukunan semakin terarah, terkoordinasi, dan memberikan kemaslahatan bagi masyarakat.
"Rakor ini menyamakan persepsi tentang peran PKUB Kecamatan agar program-program kerukunan semakin jelas, terkoordinasi, dan memberi manfaat bagi umat di seluruh Kabupaten Banyumas," tegas Prof. Roqib.
Ia menambahkan, dalam rakor juga mengemuka kesepakatan peserta untuk menyatakan penolakan keras terhadap LGBT sebagai bagian dari upaya yang menurut peserta bertujuan menjaga nilai-nilai agama, moral, dan masa depan generasi muda.
"Peserta rakor bersepakat menyatakan penolakan terhadap LGBT sebagai bagian dari ikhtiar menjaga nilai agama, moral, akhlak, serta melindungi generasi muda dan masa depan anak bangsa, PKUB, FKUB sekali tolak LGBT selamanya harus tolak keras LGBT, dari Banyumas," Ungkap tegasnya sengan penuh semangat.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Banyumas Eko Heru Surono, S.Sos. menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasi pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan generasi muda melalui dialog, silaturahmi, gotong royong, serta literasi digital.
"Mari kita rawat semangat Beda Ning Rukun. Perbedaan adalah kekuatan untuk membangun Banyumas yang aman, damai, dan sejahtera melalui komunikasi, kebersamaan, dan saling menghormati," ujarnya.
Di sela kegiatan, Kasubbag Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas Dr. H. Edi Sungkowo, S.Pd., M.Pd. menjelaskan bahwa PKUB (Pusat Kerukunan Umat Beragama) merupakan unit di bawah Kementerian Agama RI yang bertugas merumuskan kebijakan, memelihara kerukunan, mencegah potensi konflik, memfasilitasi dialog, serta memperkuat moderasi beragama. Sementara FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) merupakan forum tokoh lintas agama di daerah yang difasilitasi pemerintah daerah. Keduanya saling bersinergi menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat.
Peserta rakor dari PKUB Kecamatan Karanglewas K.H. M. Ali Sodikin mengaku bersyukur dan mengapresiasi penyelenggaraan rakor yang dinilai semakin mempererat ukhuwah dan silaturahmi antarumat beragama.
"Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada FKUB, Kementerian Agama, Pemda, Bakesbangpol, dan seluruh pihak yang telah menyelenggarakan rakor ini. Semoga Allah SWT melimpahkan kesehatan, keberkahan, kekuatan, dan keistiqamahan kepada seluruh keluarga besar PKUB dan FKUB se-Kabupaten Banyumas agar terus menjaga persatuan, kerukunan, dan kemaslahatan umat," tuturnya.
Apresiasi juga disampaikan dua Srikandi unsur penghayat kepercayaan asal Kecamatan Kalibagor.
"Kami sangat mengapresiasi rakor itu. Semoga semangat Beda Ning Rukun terus menjadi perekat persaudaraan seluruh masyarakat Banyumas," ujarnya.
Rakor ini menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, FKUB, PKUB Kecamatan, tokoh lintas agama, dan seluruh elemen masyarakat dalam merawat toleransi, mempererat silaturahmi, membangun komunikasi yang harmonis, serta menjaga Kabupaten Banyumas tetap adem, ayem, tenteram, rukun, produktif, adil, dan sejahtera.
(Redaksi)


Posting Komentar