RTNews. PURWOKERTO – SMK Muhammadiyah 3 Purwokerto terus meneguhkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang unggul, berkarakter Islami, dan siap bersaing di dunia kerja melalui Rapat Koordinasi Peningkatan Mutu dan Keselarasan Pendidikan yang digelar di ruang rapat sekolah, Kamis (2/7/2026).
Kepala SMK Muhammadiyah 3 Purwokerto, Anwar Pansuri, S.Pd., menegaskan bahwa rapat koordinasi menjadi momentum strategis untuk menyatukan visi, mengevaluasi program, sekaligus merumuskan langkah-langkah peningkatan mutu pendidikan di seluruh kompetensi keahlian.
"Kami berkomitmen memperkuat sinergi seluruh jajaran sekolah agar SMK Muhammadiyah 3 Purwokerto semakin maju sebagai sekolah pusat keunggulan yang melahirkan lulusan berakhlak mulia, kompeten, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta siap memasuki dunia usaha, dunia industri, maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi," tegas Anwar.
Komitmen tersebut semakin diperkuat dengan ditetapkannya SMK Muhammadiyah 3 Purwokerto sebagai Sekolah Menengah Kejuruan Pusat Keunggulan (SMK PK) oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia sejak tahun 2024. Predikat ini menjadi wujud kepercayaan pemerintah terhadap sekolah dalam mengembangkan pendidikan vokasi yang berkualitas, berorientasi pada kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), serta mampu melahirkan lulusan yang profesional, berkarakter, dan berdaya saing.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Banyumas, H. Asep Saiful Anwar, SP, MM, memberikan pembekalan strategis mengenai penguatan mutu pendidikan Muhammadiyah. Materi yang disampaikan meliputi penguatan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), modernisasi manajemen sekolah berbasis teknologi informasi, hingga penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja.
"Sekolah Muhammadiyah harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas dan terampil, tetapi juga memiliki akhlak mulia, karakter yang kuat, serta mampu menjawab tantangan perkembangan zaman. Mutu pendidikan harus terus ditingkatkan agar lulusan memiliki daya saing yang tinggi," ujar H. Asep Saiful Anwar.
Rapat koordinasi kemudian dilanjutkan dengan diskusi lintas sektoral yang melibatkan seluruh Wakil Kepala Sekolah, Ketua Kompetensi Keahlian, Kepala Tata Usaha, dan jajaran manajemen sekolah. Masing-masing memaparkan capaian program, evaluasi, kesiapan laboratorium, sinkronisasi kurikulum, kemitraan dengan dunia industri, hingga dukungan administrasi dan sarana prasarana guna memastikan proses pembelajaran berjalan semakin efektif dan berkualitas.
Sementara itu, Wakil Bidang Manajemen Mutu (WMM), Dradjat Subekti, S.Pd., menegaskan bahwa seluruh hasil rapat akan segera ditindaklanjuti melalui program kerja yang terukur agar budaya mutu benar-benar menjadi karakter sekolah.
"Peningkatan mutu tidak boleh berhenti pada wacana. Seluruh rekomendasi rapat akan kami tindak lanjuti melalui rencana aksi yang jelas, terukur, dan berkelanjutan demi memberikan layanan pendidikan terbaik bagi peserta didik," katanya.
Rapat tersebut menghasilkan sejumlah komitmen bersama, di antaranya penyusunan action plan semester berjalan, penguatan komunikasi lintas bidang, peningkatan efektivitas tata kelola sekolah, serta optimalisasi seluruh kompetensi keahlian agar semakin selaras dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.
Di kesempatan yang sama, Humas SMK Muhammadiyah 3 Purwokerto, Ricci Alfera Nurhikmah, S.Pd., menegaskan bahwa sekolah terus membangun budaya belajar yang unggul dengan menjadikan nilai-nilai Islam sebagai fondasi utama dalam setiap proses pendidikan.
"SMK Muhammadiyah 3 Purwokerto tidak hanya menyiapkan lulusan yang profesional, tetapi juga membentuk generasi yang beriman, berilmu, berkarakter, dan memiliki daya saing global," jelas Ricci.
Ia mengajak para lulusan SMP dan MTs untuk berani menentukan masa depan melalui pendidikan vokasi yang berkualitas.
"Memilih SMK bukan sekadar menentukan tempat belajar, melainkan menata masa depan sejak dini. Di SMK Muhammadiyah 3 Purwokerto, setiap ruang kelas menjadi tempat bertumbuhnya ilmu, setiap laboratorium menjadi wahana mengasah keterampilan, dan setiap pembiasaan keislaman menjadi bekal membangun akhlak mulia. Dengan semangat ikhtiar, doa, serta pendidikan yang bermutu, harapan akan masa depan yang lebih baik bukan lagi sekadar cita-cita, tetapi menjadi tujuan yang terus diwujudkan bersama," pungkasnya.
(Redaksi)

Posting Komentar