RTNews. Tegal - Semangat literasi santri kembali berkobar dalam kegiatan Gerakan Santri Menulis (GSM) Ke-32 Suara Merdeka Tahun 2026 yang digelar di sejumlah pesantren di Jawa Tengah.
Salah satunya berlangsung di Pondok Pesantren Muhammadiyah Zaenab Masykur, Banjaran, Adiwerna, Kabupaten Tegal, tanggal 8 - 9 Maret 2026, ketika Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Prof Dr H Abdul Mu’ti MEd secara resmi membuka pelatihan Santri GenZ Memproduksi Konten Media yang menjadi bagian dari rangkaian GSM.
Kegiatan yang telah berlangsung selama lebih dari tiga dekade ini kembali menegaskan peran pesantren sebagai pusat lahirnya generasi literat, kreatif, dan berdakwah melalui media.
Dalam arahannya, Mendikdasmen RI Abdul Mu’ti menegaskan bahwa Gerakan Santri Menulis layak dijadikan program berkelanjutan.
Ia menyampaikan harapan besar agar kegiatan ini tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata, melainkan berkembang menjadi gerakan literasi yang lebih luas.
“Gerakan Santri Menulis ini sangat baik dan saya mengusulkan agar kegiatan ini dijadikan kegiatan tetap. Kemendikdasmen siap berkolaborasi bersama-sama menyelenggarakan kegiatan ini,” tegasnya.
Ia juga berharap GSM dapat diperluas tidak hanya di lingkungan pesantren, tetapi menjangkau madrasah, sekolah, hingga perguruan tinggi negeri maupun swasta.
Semangat yang sama juga disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah KH Taj Yasin Maimoen saat membuka kegiatan GSM di Pondok Pesantren Al-Inaroh, Brayo, Wonotunggal, Kabupaten Batang. Dalam arahannya, ia menilai GSM sejalan dengan program Pesantren Obah yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
“Gerakan Santri Menulis Suara Merdeka ini sejalan dengan program Pesantren Obah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Karena itu ke depan harus terus dikembangkan dan ditingkatkan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa santri harus aktif mengisi ruang media sosial dengan konten dakwah yang inspiratif dan bermanfaat bagi masyarakat, terutama generasi muda.
Sementara itu, Ketua Baznas RI sekaligus Ketua MUI Pusat Prof Dr KH Noor Achmad MA menegaskan komitmennya terhadap kegiatan tersebut.
Ia mengaku hampir tidak pernah absen menghadiri GSM sejak awal digelar. “Insya Allah sejarah mencatat setiap tahun saya selalu hadir dan tidak pernah absen, karena saya melihat Suara Merdeka dan timnya istikamah mengajak komunitas santri untuk berliterasi melalui media,” ungkapnya.
Menurutnya, konsistensi gerakan literasi seperti ini merupakan bagian penting dari dakwah intelektual yang membentuk karakter santri di era digital.
Koordinator Gerakan Santri Menulis Suara Merdeka Dr H Agus Fathuddin Yusuf MA menjelaskan bahwa GSM tahun 2026 digelar di 18 lokasi di berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah dengan melibatkan pesantren, tokoh nasional, serta berbagai mitra lembaga dan perusahaan yang mendukung penguatan literasi santri.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu GSM 2026, mulai dari para tokoh nasional, pemerintah daerah, hingga lembaga dan perusahaan yang turut memberikan dukungan,” jelasnya seraya berharap seluruh kepala daerah semakin memberi perhatian serius terhadap gerakan literasi yang telah berlangsung sejak 1994 tersebut.
Keterangan tersebut disampaikan Dr H Agus Fathuddin Yusuf MA kepada awak media pada Ahad sore (15/03/2026) melalui sambungan jaringan telepon, seraya menegaskan bahwa Gerakan Santri Menulis bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi gerakan literasi yang terus menumbuhkan keberanian santri untuk menulis, berdakwah, dan menyebarkan pesan kebaikan melalui media di tengah derasnya arus informasi digital.
(Kontributor : Djarmanto-YF2DOI)

Posting Komentar