Panitia Harlah ke-40 Madrasah Al-Ittihaad 2 Matangkan Ceremoni Pembukaan


RTNews. Banyumas  - Suasana malam jelang akhir Ramadhan 1447H  di Madrasah Al-Ittihaad 2 Pasir Lor, Karanglewas, Banyumas, terasa lebih hidup dan penuh kesungguhan.


Sabtu tengah malam (14/03/2026), sejumlah panitia inti berkumpul dalam rapat persiapan guna mematangkan rangkaian pembukaan Semarak Harlah ke-40 Madrasah Al-Ittihaad 2 yang dijadwalkan resmi dibuka pada Kamis malam (02/04/2026) di halaman madrasah.


Pertemuan yang dipimpin sekaligus dibuka dan ditutup oleh Ketua Panitia Harlah, Ustadz Desli Haryono itu dihadiri Kepala Madrasah Ustadz Jamil, para wakil kepala madrasah, serta panitia inti.


Ketua Panitia Harlah, Ustadz Desli Haryono dalam arahannya menegaskan bahwa momentum Harlah bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan ruang syukur dan refleksi perjalanan panjang madrasah. 


“Harlah adalah saat kita meneguhkan kembali jejak perjuangan para pendiri dan guru-guru terdahulu. Maka rangkaian kegiatan harus mampu menggambarkan cahaya ilmu yang terus menyala dari masa ke masa, dari Pasir Lor untuk umat,” tegasnya saat membuka diskusi malam tersebut.


Koordinator Sie Acara, Ustadz Amin Supangat yang memandu pembahasan teknis menjelaskan bahwa konsep ceremoni pembukaan dirancang bernuansa elegan, religius, dan penuh makna sejarah. 


“Pembukaan harus menghadirkan gambaran heroiknya lahir Madrasah Al-Ittihaad 2 Pasir Lor Karanglewas  pada 1 April 1986, perjalanan para perintis, serta kiprah madrasah dalam menebarkan cahaya pendidikan. Karena itu akan ada refleksi malam, pemutaran film dokumenter, simfoni shalawat, hingga penampilan seni religi,” ujarnya.


Dalam forum diskusi juga disepakati bahwa kegiatan tersebut menjadi salah satu cara menghidupkan malam-malam akhir Ramadhan bagi para pejuang madrasah zaman sekarang. Kepala Madrasah, Ustadz Jamil, memberikan dukungan penuh serta apresiasi kepada seluruh panitia. 


“Menghidupkan malam akhir Ramadhan tidak selalu hanya dengan ibadah personal, tetapi juga dengan musyawarah dan kerja khidmah demi kemajuan madrasah. Apa yang panitia lakukan malam ini adalah bagian dari ibadah sosial yang mulia,” tuturnya penuh harap.


Ia juga menambahkan, “Saya menyampaikan terima kasih kepada Ketua Panitia dan seluruh jajaran yang bekerja dengan penuh kesungguhan. Semoga setiap jerih payah ini menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya, membawa keberkahan bagi madrasah dan masyarakat,” tegasnya.


Pada sesi penyamaan persepsi, panitia juga menegaskan kembali makna Harlah sebagai “Hari Lahir”, yaitu momentum refleksi, syukur, konsolidasi organisasi, serta penguatan silaturahmi. Salah satu panitia menyampaikan bahwa semarak Harlah akan diisi kegiatan spiritual, edukatif, dan budaya, mulai dari tahlil dan doa bersama, pemutaran dokumenter perjalanan madrasah, hingga pameran karya siswa sebagai simbol berkembangnya cahaya ilmu.


Rapat yang berlangsung sejak larut malam  hingga dini hari itu akhirnya ditutup dengan penuh optimisme.


Ketua Panitia Ustadz Desli Haryono kembali mengingatkan pentingnya kebersamaan dalam menyukseskan agenda besar tersebut.


“Harlah pertama diusia madraaah ke-40 ini harus menjadi malam syukur yang berkesan, bukan sekadar seremoni. Dari madrasah kecil di Pasir Lor ini, kita berharap cahaya ilmu terus memancar untuk generasi dan masa depan bangsa,” pungkasnya sebelum seluruh peserta menutup pertemuan dengan doa dan pembacaan Surah Al-Fatihah bersama.


(Kontributor : Djarmanto-YF2DOI)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama