Silaturahim JKSN Perkuat SDM NU, Dorong Digitalisasi Kitab Turats


RTNews. Semarang - Jaringan Kyai Santri Nasional (JKSN) Jawa Tengah menggelar silaturahim pengurus di Hotel Metro, Semarang, Senin (09/03/2026). 


Pertemuan yang dihadiri perwakilan dari 31 Pengurus Cabang JKSN se-Jawa Tengah ini menjadi forum strategis untuk memperkuat konsolidasi jaringan kyai dan santri sekaligus mendorong penguatan sumber daya manusia Nahdlatul Ulama (NU) di tengah arus transformasi digital yang kian cepat.


Kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat ukhuwah serta merumuskan langkah-langkah pengembangan pendidikan pesantren berbasis keilmuan klasik dan teknologi modern.


Ketua Dewan Pembina JKSN Jawa Tengah, Dr. KH. M. Adnan, M.A., dalam sambutannya menegaskan bahwa keberadaan JKSN saat ini tidak hanya menjadi gerakan sosial-keagamaan semata, tetapi telah berkembang menjadi fenomena yang menarik perhatian kalangan akademik.


Ia menjelaskan bahwa dinamika jaringan kyai dan santri yang dibangun JKSN dinilai memiliki kontribusi penting dalam kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat. 


“Eksistensi JKSN kini bahkan menjadi objek kajian akademik karena dipandang sebagai kekuatan sosial yang mampu mewarnai dinamika keagamaan di tengah masyarakat,” tegasnya dalam sambutan yang penuh penekanan.


Sementara itu, Ketua JKSN Pusat, Prof. Dr. KH. Asep Saefudin Chalim, dalam arahannya menjelaskan bahwa perkembangan organisasi JKSN terus mengalami ekspansi yang signifikan.


Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini jaringan JKSN telah hadir di 18 provinsi di Indonesia, menandakan semakin luasnya dukungan para kyai dan santri terhadap gerakan ini. 


“Perkembangan ini tidak terlepas dari dukungan para inisiator yang memiliki kredibilitas kuat di tengah masyarakat, khususnya Dr. Hj. Khofifah Indar Parawansa yang memiliki modal kepercayaan publik dan komitmen besar dalam memperkuat kelembagaan JKSN,” jelasnya menegaskan.


Dalam pengarahan strategisnya, Dr. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si, selaku Inisiator sekaligus Ketua Dewan Pembina JKSN Pusat menegaskan bahwa JKSN berfungsi sebagai complementary institution atau lembaga pelengkap bagi organisasi kemasyarakatan Nahdlatul Ulama dan dunia pesantren.


Menurutnya, kehadiran JKSN dimaksudkan untuk memperkuat jaringan keilmuan serta memperkokoh kelembagaan pesantren melalui berbagai program yang terarah. 


“JKSN hadir untuk melengkapi dan menguatkan peran pesantren dalam membangun kualitas sumber daya manusia NU yang unggul, adaptif, dan berakar pada tradisi keilmuan para ulama,” ujarnya dalam arahan penuh makna.


Ia juga menjelaskan bahwa salah satu program utama yang sedang dijalankan adalah penguatan referensi keilmuan melalui kompilasi dan digitalisasi kitab turats. Program ini dimaksudkan sebagai ikhtiar menjaga khazanah intelektual ulama klasik agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.


“Hingga saat ini sekitar 400 kitab turats telah berhasil dikompilasi dalam format digital, sehingga generasi santri dapat mengaksesnya dengan lebih mudah tanpa kehilangan ruh tradisi keilmuan pesantren,” ungkapnya dengan nada optimistis.


Lebih lanjut, Gubernur Jawa Timur tersebut menambahkan bahwa JKSN juga melakukan penguatan kelembagaan pesantren yang memiliki perguruan tinggi melalui program pendampingan akreditasi institusi.


Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan tinggi berbasis pesantren. 


“Dengan kekuatan jaringan kyai dan santri yang luas, JKSN diharapkan menjadi jangkar penguatan sumber daya manusia NU agar mampu menjawab tantangan transformasi digital dengan tetap berpegang pada nilai-nilai keilmuan Islam yang luhur,” pesannya penuh harapan.


Ketua JKSN Jawa Tengah, Prof. Dr. Najahan Musyafak, dalam pengantar dialog mengajak seluruh elemen pesantren untuk bersama-sama membangun organisasi secara kolektif dan berkelanjutan.


Ia menekankan pentingnya sinergi antara kyai, santri, bu nyai, serta para gus dalam mengembangkan peran strategis JKSN di masa mendatang. 


“Melalui kerja bersama yang sistematis dan terencana, JKSN diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan pesantren sekaligus memperkuat perguruan tinggi berbasis pesantren,” ujarnya dalam arahan yang sarat motivasi.


Kegiatan silaturahim tersebut berlangsung dalam suasana hangat, dialogis, dan penuh keakraban.


Forum ini tidak hanya menjadi ajang temu jaringan, tetapi juga momentum spiritual dan intelektual untuk meneguhkan peran pesantren sebagai pusat pengembangan ilmu, peradaban, dan pemberdayaan umat, sebuah ikhtiar kolektif agar cahaya ilmu para ulama terus menyala menerangi perjalanan zaman.


(Kontributor : Agus F/Djarmanto - YF2DOI//Redaksi)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama