Doa Menggema di Al-Ittihaad, Tiga Momentum Suci Satukan Umat Dan Hidupkan Ruh Perjuangan Masyayikh

 


RTNews. Banyumas – Di bawah langit teduh Pasir Kidul, Ahad malam (19/4/2026), ribuan jamaah memadati halaman MTs Al-Ittihaad dalam satu majelis agung yang menyatukan tiga momentum suci: Haul Masyayikh ke-45, Harlah Pondok Pesantren ke-30, dan Walimatus Safar Lil-Hajj. Perhelatan yang digelar Yayasan Al-Ittihaad Darussa’adah ini menjadi lautan dzikir dan doa, mengalirkan getar keimanan yang membubung tinggi, menghidupkan kembali jejak perjuangan para ulama pendahulu.



Perhelatan agung ini dihadiri oleh Bupati Banyumas yang diwakili Kasi Trantib Purwokerto Barat, perwakilan Kantor Kemenag Banyumas, pengurus PCNU Banyumas, MWCNU Purwokerto Barat, hingga PRNU setempat beserta seluruh badan otonom dan lembaganya, MUI, BAZNAS. Kehadiran jajaran Forkopimcam, pengurus UPZ An Nur Rejasari, serta para Kepala dan Guru Madrasah Al-Ittihaad Cabang semakin memperkokoh ukhuwah bersama ribuan alumni dan wali santri yang menyatu dalam harmoni spiritualitas yang khidmat di bumi Pasir Kidul, serta Undangan Lainnya.


Ketua Panitia, Auliya Rahman, menegaskan makna mendalam kegiatan tersebut. “Ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan bukti ketangguhan nilai-nilai para masyayikh. Kita tidak boleh hanya mewarisi nama, tetapi wajib meneruskan api perjuangan yang tak pernah padam,” ujarnya. Ia juga menyampaikan, “Kolaborasi alumni, santri, dan masyarakat adalah investasi akhirat yang menjaga Al-Ittihaad tetap kokoh sebagai benteng moral bangsa,” seraya memohon maaf atas kekurangan dan berharap seluruh amal menjadi jariyah yang diridhai Allah SWT.


Shohibul bait, KH. Drs. Mughni Labib, M.S.I., mengajak jamaah menelusuri jejak suci para pendiri. “Haul ini adalah jembatan ruhani untuk menyambung sanad perjuangan. Tugas kita bukan sekadar mengenang, tetapi menghidupkan kembali keikhlasan mereka dalam setiap langkah pengabdian,” tegasnya. Ia menambahkan, “Di usia ke-30, pesantren harus terus bertransformasi tanpa kehilangan jati diri salaf, menyatukan ilmu dan akhlak dalam satu nafas kehidupan.”


Suasana semakin haru saat Dra. Yuniati perwakilan jamaah calon haji memohon restu. “Keberangkatan kami adalah panggilan kasih sayang Allah. Kami memohon maaf sedalam-dalamnya agar langkah ini ringan tanpa beban sesama manusia,” ucap mereka lirih. Mereka berjanji, “Kami akan membawa doa-doa dari tanah ini ke Baitullah dan berharap kembali dengan kemabruran yang menebar kesalehan sosial di tengah masyarakat.”


Dukungan pemerintah turut menguatkan. Perwakilan Bupati Banyumas dan Camat Purwokerto Barat, Hidayat, S.E., menyampaikan, “Pesantren adalah mitra strategis dalam membangun mental masyarakat. Kami menitipkan kepada calon haji agar menjaga kesehatan dan nama baik daerah sebagai duta bangsa,” ujarnya. Ia menegaskan, “Semoga kemabruran yang diraih mampu menebar kemaslahatan bagi umat, memperkuat sinergi ulama dan umara.”


Puncak tausiyah disampaikan KH. Muhammad Zaim Ahmad Ma’shoem (Gus Zaim) dengan penegasan menggugah. “Ilmu tanpa sanad adalah kegelapan, dan khidmat tanpa keikhlasan adalah kehampaan. Keberkahan majelis ini bergantung pada sejauh mana ruh perjuangan masyayikh meresap dalam diri kita,” tegasnya. Ia mengingatkan, “Pesantren harus tetap menjadi oase di tengah derasnya zaman, tempat akhlak dijunjung lebih tinggi dari sekadar logika.”


Tentang haji, Gus Zaim memberikan pesan mendalam. “Ka’bah adalah simbol persatuan, tetapi hakikat haji adalah perjumpaan dengan Allah dalam sunyi yang paling dalam. Jangan jadikan ibadah sekadar wisata ruhani tanpa perubahan perilaku,” tandasnya. Ia berpesan, “Pulanglah dengan jiwa yang luas, yang mampu merangkul sesama dan menjadi pelopor kedamaian.”


Di penghujung acara, harapan besar pun disematkan. “Jangan hanya terpukau pada kemegahan acara, tetapi jadikan momentum ini sebagai penguat ibadah dan penjaga ukhuwah islamiyah,” menjadi seruan bersama. Dengan doa yang menggema, seluruh jamaah berharap keberkahan tercurah bagi Banyumas dan Nusantara, agar Al-Ittihaad terus menjadi cahaya kebenaran yang tak pernah padam, menuntun umat menuju ridha Ilahi.


(Kontributor : Djarmanto-YF2DOI//Redaksi)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama