Bubur Sura Kembali Hidupkan Senyum Yatim Bahagia di Tlogosari


RTNews. SEMARANG – Tradisi Bubur Sura kembali menghangatkan hati ratusan jamaah Masjid Daarul Muttaqin Tlogosari, Semarang, Rabu malam (24/6). Usai salat Isya, ratusan jamaah memadati masjid untuk mengikuti rangkaian wirid, istighatsah, santunan yatim, hingga menikmati Bubur Sura yang hanya hadir setahun sekali pada momentum 10 Muharam.


Dipimpin KH Hartono, jamaah khusyuk melantunkan wirid, Hasbunallah Wanikmal Wakil sebanyak 70 kali, doa tolak bala, serta istighatsah. Di tengah lantunan doa yang mengalir laksana embun rahmat, para remaja masjid mengedarkan kotak infak untuk santunan anak yatim.


Ketua Takmir Masjid Daarul Muttaqin, Dr. H. Hurip Santoso, menyampaikan bahwa kepedulian jamaah begitu luar biasa. “Alhamdulillah, dalam waktu kurang dari satu jam terkumpul Rp10 juta untuk santunan anak yatim. Ini bukti bahwa semangat berbagi umat masih sangat kuat,” tegasnya.


Dana yang terkumpul kemudian disalurkan langsung kepada anak-anak yatim di lingkungan sekitar. Menurut Hurip Santoso, tradisi Bubur Sura bukan sekadar kuliner tahunan, melainkan ikhtiar menjaga silaturahmi, rasa syukur, dan kepedulian sosial. “Alhamdulillah Masjid Daarul Muttaqin masih melestarikan tradisi ini. Jangan biarkan warisan kebaikan ini padam,” ujarnya.


Pengurus masjid Ahmad Suaidi menjelaskan bahwa Bubur Sura merupakan bubur yang terbuat dari berbagai jenis biji-bijian sebagai simbol kebersamaan dan keberkahan. Tradisi tersebut memiliki rujukan dalam literatur Islam klasik yang mengisahkan Nabi Nuh AS dan kaumnya ketika mengumpulkan sisa-sisa bahan makanan pada hari Asyura.


“Bubur Sura mengajarkan syukur, persaudaraan, dan kepedulian. Tradisi ini bukan sekadar budaya, tetapi juga sarana memperkuat ukhuwah dan menumbuhkan cinta kepada sesama,” kata Ahmad Suaidi.


Malam Sura di Daarul Muttaqin pun menjelma menjadi samudera doa dan persaudaraan. Dari semangkuk bubur sederhana, lahir semangat berbagi, menguatkan yatim, dan merawat tradisi yang menghubungkan umat dengan nilai-nilai luhur Islam. Di bawah cahaya Muharam, jamaah diajak menyalakan kembali iman, mempererat silaturahmi, serta menebarkan kasih kepada sesama.


(Redaksi)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama