RTNews. Banyumas - Malam penuh haru dan keberkahan di Padepokan Welas Asih, Jalan Veteran Pasir Muncang, Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas. Jawa Tengah, Sabtu (10/06/2026)
Di tempat sederhana yang dipenuhi doa dan kasih sayang itu, Yuliani Marlina Sari resmi memeluk agama Islam dengan mengucapkan dua kalimat syahadat.
Prosesi sakral berlangsung khidmat dipandu oleh Masiroh Hendro, SH, Pembina Padepokan Welas Asih sekaligus spiritual muda asal Jambi. Dengan suara lembut dan penuh keteduhan, ia menuntun lafaz syahadat hingga diucapkan dengan sempurna oleh Yuliani di hadapan para saksi dan pendamping rohani.
Suasana haru menyelimuti ruangan ketika doa bersama dipanjatkan. Hadir mendampingi antara lain H. Sabar Santoso, SE selaku Ketua DPD PANI Banyumas dan Ustadz Ibrohim selaku penasihat kerohanian. Tangan-tangan yang menengadah dan air mata yang jatuh menjadi saksi lahirnya seorang saudari baru dalam ikatan ukhuwah Islamiyah.
Masiroh Hendro, SH menegaskan bahwa hidayah merupakan karunia Allah yang sangat berharga dan harus dijaga bersama.
"Hari ini kita mendapat saudari baru se-aqidah. Hidayah itu mahal. Tugas kita semua di Welas Asih adalah menjaga dan membimbing Mbak Yuliani dengan kasih sayang, bukan menghakimi," tegasnya.
Usai prosesi syahadat, Ustadz Ibrohim memberikan pembekalan dasar keislaman meliputi rukun Islam, tata cara wudhu, shalat, serta penguatan akidah agar Yuliani dapat menjalani kehidupan barunya dengan istiqamah dan penuh keyakinan.
H. Sabar Santoso, SE menyampaikan bahwa kehadiran keluarga besar Welas Asih merupakan bentuk nyata persaudaraan dalam Islam.
"Mbak Yuliani tidak sendiri. Kami akan mendampingi, membimbing, dan membersamai hingga mampu belajar Islam dengan baik. Welas Asih menjadi rumah kedua yang penuh kasih dan persaudaraan," ujarnya.
Padepokan Welas Asih berkomitmen menjadi tempat pembinaan dan pendampingan bagi para mualaf, agar proses hijrah tidak berhenti pada pengucapan syahadat, tetapi berlanjut pada penguatan iman, ibadah, dan akhlak.
Malam itu, langit Purwokerto seolah ikut bersaksi. Di antara lantunan doa dan kalimat takbir, satu lagi hati mendapat cahaya. Satu lagi langkah kembali kepada Allah dimulai.
"Allahu Akbar walillahil hamd. Hidayah tidak pernah salah alamat, dan kasih sayang menjadi jalan yang mengantarkan seseorang menuju cahaya Islam."
Demikian yang disampaikan H. Sabar Santoso, SE., kepada awak media Ahad pagi (21/06/2026).
(Redaksi)

Posting Komentar