RTNews. PURWOKERTO – Suasana penuh haru, kehangatan, dan semangat hijrah menyelimuti Mushola An-Nur RT 003 RW 001 Rejasari, Purwokerto Barat, Banyumas, Ahad/Minggu (28/06/2026).
Sebanyak 57 jamaah putra dan putri, bapak, ibu, anak-anak serta masyarakat sekitar menghadiri Pengajian Rutin Akhir Bulan yang diselenggarakan oleh UPZ Mushola An-Nur sebagai ikhtiar memperkuat ukhuwah, menambah ilmu, dan menebarkan kepedulian sosial di bulan Muharram 1448 Hijriah.
Kegiatan yang dipandu Sekretaris UPZ An-Nur, Auliya Rahman, berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan. Usai pengajian, dilaksanakan penyaluran bingkisan kasih Muharram dan dukungan kebahagiaan bagi anak-anak yatim, para lansia, serta masyarakat yang membutuhkan sebagai wujud nyata semangat berbagi dan kepedulian umat.
Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Banyumas, KH. Kodir, S.H.I., dalam tausiyahnya menyampaikan bahwa bulan Muharram merupakan momentum hijrah menuju kehidupan yang lebih baik.
“Hijrah bukan sekadar perpindahan waktu, tetapi perpindahan hati. Meninggalkan keburukan menuju kemuliaan, meninggalkan kelalaian menuju ketaatan, serta memperbanyak kepedulian kepada sesama. Muharram mengajarkan kita untuk lebih rajin beribadah, memperbaiki diri, mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta menebarkan kasih sayang kepada anak yatim, lansia, dan dhuafa,” tegas KH. Kodir.
Beliau juga mengapresiasi peran UPZ Mushola An-Nur sebagai perpanjangan tangan BAZNAS Kabupaten Banyumas yang aktif menggerakkan zakat, infak, dan sedekah di tengah masyarakat.
“UPZ An-Nur menjadi contoh gerakan cinta zakat yang hidup di lingkungan masyarakat. Amanah muzaki dikelola secara syar'i, tepat sasaran, dan memberi manfaat nyata sesuai prinsip aman syar'i, aman regulasi, dan aman NKRI yang menjadi komitmen BAZNAS,” ujarnya.
Ketua UPZ An-Nur Rejasari menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh jamaah yang istiqamah hadir dalam pengajian rutin setiap akhir bulan.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran seluruh jamaah yang terus menghidupkan Mushola An-Nur dengan ilmu dan ibadah. Terima kasih kepada Abah KH. Kodir yang terus membersamai kami. Kami juga mendoakan seluruh muzaki, munfiq, dan para dermawan yang telah mengamanahkan zakat, infak, dan sedekahnya kepada UPZ An-Nur. Semoga Allah SWT melimpahkan kesehatan, keberkahan rezeki, kemudahan urusan, serta menjadikan setiap kebaikan sebagai amal jariyah yang terus mengalir,” ungkapnya.
Takmir Mushola An-Nur, Ust. Daryanto, menegaskan bahwa mushola tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat penguatan kepedulian umat.
“Mushola harus hidup dengan ilmu, ibadah, dan kasih sayang. Ketika jamaah hadir, hati saling terhubung, dan kepedulian tumbuh, maka keberkahan akan turun kepada lingkungan kita. Semoga An-Nur terus menjadi rumah kebaikan bagi seluruh masyarakat,” tuturnya.
Salah seorang penerima manfaat menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaan atas perhatian yang diberikan.
“Alhamdulillah, kami merasa diperhatikan dan disayangi. Terima kasih kepada BAZNAS, UPZ An-Nur, dan seluruh para dermawan. Semoga Allah membalas semua kebaikan dengan rezeki yang luas, kesehatan, dan keberkahan hidup,” ungkapnya dengan haru.
Di bawah cahaya Muharram yang penuh kemuliaan, Mushola An-Nur kembali membuktikan bahwa zakat, infak, dan sedekah bukan sekadar angka dan administrasi. Ia adalah bahasa cinta, pelukan kepedulian, dan cahaya yang menguatkan sesama.
Ketika tangan-tangan kebaikan saling bergandengan, maka anak-anak tersenyum, para lansia merasa diperhatikan, masyarakat semakin erat, dan keberkahan Allah SWT turun menyelimuti kehidupan bersama.
(Redaksi)


Posting Komentar