RTNews. INDRAMAYU – Upaya memperkuat sektor pertanian dan meningkatkan produktivitas padi di Kabupaten Indramayu terus dilakukan melalui pola kemitraan antara dunia usaha dan petani. Salah satunya diwujudkan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama antara PT Bumi Wira Lodra Indramayu (Perusda Indramayu) dengan Kelompok Tani binaan Dudung Badrun (MUI Indramayu) yang dilaksanakan pada Jumat (26/6/2026) di Perpustakaan Dudung Badrun, Desa Segeran Kidul.
Kesepakatan tersebut menjadi langkah awal pelaksanaan program budidaya padi pada musim tanam Gadu (musim tanam kedua) tahun 2026. Sebanyak 26 orang petani yang tergabung dalam kelompok tani binaan Dudung Badrun dipercaya menjadi mitra PT Bumi Wiralodra Indramayu untuk mengelola lahan persawahan seluas 36 bau atau sekitar 26 hektare.
Melalui kerja sama ini, PT Bumi Wiralodra Indramayu ( BWI ) tidak hanya berperan sebagai penyedia modal usaha, tetapi juga menjadi mitra strategis yang memberikan pendampingan kepada para petani selama proses budidaya berlangsung. Dukungan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan sekaligus memberikan kepastian pembiayaan bagi petani yang selama ini kerap menghadapi keterbatasan modal pada awal musim tanam.
Sesuai isi perjanjian, PT Bumi Wiralodra Indramayu menyediakan berbagai kebutuhan utama budidaya padi, mulai dari benih unggul, pupuk, obat-obatan pertanian, hingga biaya tenaga kerja sebesar Rp15 juta per hektare. Seluruh pembiayaan akan disalurkan secara bertahap mengikuti tahapan budidaya sehingga penggunaannya dapat lebih efektif dan tepat sasaran.
Selain dukungan pembiayaan, PT Bumi Wiralodra Indramayu juga menyiapkan tenaga pendamping profesional yang akan mendampingi petani sejak proses pembenihan, pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan tanaman, hingga menjelang panen. Pendampingan ini diharapkan mampu membantu petani menerapkan teknik budidaya yang lebih baik sehingga hasil panen dapat meningkat, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas gabah yang dihasilkan.
Pelaksanaan kerja sama tersebut telah memasuki tahap awal. PT Bumi Wiralodra Indramayu diketahui telah merealisasikan sebagian pembiayaan untuk kegiatan pembenihan dan penyiapan lahan, sehingga proses budidaya dapat segera berjalan sesuai jadwal musim tanam Gadu.
Dalam mekanisme kerja sama yang disepakati, seluruh biaya yang telah dikeluarkan PT Bumi Wiralodra akan dikembalikan oleh petani setelah masa panen selesai. Pengembalian dilakukan dalam bentuk gabah atau padi hasil panen dengan nilai yang disesuaikan berdasarkan harga pasar yang berlaku pada saat panen. Skema ini dinilai memberikan fleksibilitas bagi petani karena pembayaran dilakukan setelah memperoleh hasil produksi.
Model kemitraan tersebut diharapkan dapat menciptakan hubungan yang saling menguntungkan antara PT Bumi Wiralodra Indramayu dan kelompok tani. Di satu sisi, petani memperoleh akses terhadap pembiayaan, sarana produksi, serta pendampingan teknis tanpa harus mengalami kesulitan modal di awal musim tanam. Di sisi lain, PT BWI turut berkontribusi dalam pengembangan sektor pertanian sekaligus memperkuat perannya sebagai perusahaan daerah yang mendukung pembangunan ekonomi masyarakat.
Kabupaten Indramayu sendiri dikenal sebagai salah satu daerah lumbung padi nasional. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah melalui perusahaan daerah dengan kelompok tani dinilai menjadi salah satu strategi untuk menjaga produktivitas pertanian, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperkuat ketahanan pangan daerah maupun nasional.
Manager Operasional PT BWI Wismo Pahargyan mengatakan dengan dimulainya kerja sama ini, seluruh pihak berharap proses budidaya padi musim Gadu tahun 2026 dapat berjalan lancar hingga masa panen. Apabila program ini menunjukkan hasil yang baik, bukan tidak mungkin pola kemitraan serupa akan dikembangkan pada musim tanam berikutnya dengan cakupan lahan dan jumlah petani yang lebih luas tuturnya.
(Magda)

Posting Komentar