Senja Muharram Bersama UPZ An-Nur, Menyalakan Harapan di Rumah Sahabat Yudi


RTNews. PURWOKERTO – Senja Muharram di Kelurahan Rejasari, Ahad (28/06/2026), menghadirkan pelajaran indah tentang arti kepedulian. Ketika sebagian orang bersiap menyambut azan Maghrib, langkah-langkah kecil para pegiat zakat dari BAZNAS UPZ Mushola An-Nur Purwokerto Barat justru bergerak menuju sebuah rumah sederhana, membawa doa, perhatian, dan amanah umat.


Usai pengajian Muharram dan kegiatan berbagi kasih di Mushola An-Nur, pengurus UPZ yang dipimpin Pembina Ust. Daryanto bersama Ketua Asmah Asiyah dan Sekretaris Auliya Rahman bersilaturahmi ke kediaman Sahabat Banser Yudi di Rejasari yang tengah menjalani ujian kesehatan akibat gejala stroke.


Tali asih dan bebungah kepedulian yang berasal dari zakat, infak, dan sedekah para muzaki, munfiq, serta dermawan diserahkan langsung kepada Sahabat Yudi yang didampingi istri tercintanya, Fitriyati Muthoharoh.


Sekretaris UPZ An-Nur, Auliya Rahman, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut berawal dari kabar yang diterima dari jajaran Banser Purwokerto Barat mengenai kondisi Sahabat Yudi yang untuk sementara belum dapat berkumpul dan beraktivitas bersama rekan-rekannya.


"Ketika keluarga memohon doa agar beliau segera sembuh dan dapat berkumpul kembali bersama sahabat-sahabatnya, hati kami ikut tergerak. Terkadang yang dibutuhkan seseorang bukan hanya bantuan, tetapi juga kehadiran dan keyakinan bahwa ia tidak sedang berjuang sendirian," tuturnya.


Ust. Daryanto menegaskan bahwa zakat, infak, dan sedekah sesungguhnya adalah bahasa kasih sayang yang Allah titipkan melalui tangan-tangan orang baik.


"Kami datang membawa amanah para dermawan dan doa dari banyak saudara. Semoga Allah SWT mengangkat penyakit Sahabat Yudi, memberikan kesembuhan, serta menguatkan keluarga. Jangan pernah merasa sendiri, karena masih banyak hati yang peduli dan mendoakan," ungkapnya.


Ketua UPZ An-Nur, Asmah Asiyah, menyampaikan bahwa seluruh amanah ZIS yang dipercayakan masyarakat dikelola secara terbuka, transparan, dan disalurkan sesuai prinsip BAZNAS, yaitu aman syar'i, aman regulasi, dan aman NKRI.


"Terima kasih kepada seluruh muzaki, munfiq, dan para dermawan. Setiap rupiah yang dititipkan bukan sekadar angka, melainkan harapan yang diantarkan kepada mereka yang membutuhkan. Seluruh aktivitas penghimpunan dan penyaluran kami sampaikan secara terbuka kepada masyarakat," ujarnya.


Apresiasi juga datang dari Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Banyumas, KH. Kodir, S.H.I.


"UPZ An-Nur adalah UPZ yang luar biasa. Seandainya seluruh masjid dan mushola mampu memberdayakan UPZ untuk kemaslahatan umat, insya Allah kemiskinan di Banyumas akan semakin dapat diminimalkan," tuturnya.


Sementara itu, rasa haru dan syukur disampaikan istri Sahabat Yudi, Fitriyati Muthoharoh.


"Kami sangat berterima kasih kepada UPZ An-Nur, BAZNAS Banyumas, dan seluruh para donatur. Kehadiran bapak dan ibu semua menjadi kekuatan bagi keluarga kami. Semoga Allah SWT membalas seluruh kebaikan dengan kesehatan, keberkahan, dan rezeki yang melimpah," ungkapnya.


Kegiatan ini menjadi bukti bahwa zakat, infak, dan sedekah bukan sekadar kegiatan administratif. Ketika dikelola dengan cepat, tepat, transparan, dan sesuai syariat, ZIS mampu berubah menjadi obat penguat hati, penyambung harapan, dan penghapus rasa sepi bagi mereka yang sedang diuji.


Di penghujung senja Muharram itu, UPZ An-Nur kembali mengajarkan bahwa tangan yang memberi sesungguhnya sedang menyalakan cahaya bagi kehidupan orang lain. Sebab zakat yang dikelola dengan amanah tidak hanya berpindah tangan, tetapi juga menghidupkan kepedulian, memperkuat persaudaraan, dan menghadirkan keberkahan bagi seluruh umat.


(Redaksi)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama