RTNews. BANYUMAS – Tak hanya mengumandangkan ayat suci di ruang-ruang madrasah, siswa-siswi MIN 1 Banyumas kini menorehkan cahaya prestasi hingga panggung internasional. Pada ajang Robotic International Singapore 2026 yang berlangsung pada 26–30 Juni 2026 di Singapura, empat siswa MIN 1 Banyumas sukses menyapu bersih tiga gelar juara pertama dan mengharumkan nama Indonesia.
Prestasi gemilang tersebut diraih pada tiga kategori bergengsi, yakni Juara 1 Sumo Robot 500 Gram oleh Rafardhan Athalla dan Erland Shaarawy Nuramadani, Juara 1 Robot Soccer oleh Ryugi Dwinandito dan Zeyhan Muhammad Nabhan, serta Juara 1 Merakit Robot Panel Surya yang diraih oleh Rafardhan Athalla, Zeyhan Muhammad Nabhan, Erland Shaarawy Nuramadani, dan Ryugi Dwinandito.
Di negeri seberang, anak-anak madrasah itu berdiri tegak membawa Merah Putih. Di antara deru teknologi dan persaingan dunia, mereka membuktikan bahwa santri dan siswa madrasah mampu bersaing, berprestasi, dan menjadi bagian dari masa depan ilmu pengetahuan.
Kepala MIN 1 Banyumas, H. Mahruri, S.H.I., M.Pd.I., menyampaikan rasa syukur atas capaian luar biasa tersebut.
"Alhamdulillah, prestasi ini merupakan anugerah Allah SWT sekaligus buah dari kerja keras siswa, pembimbing, guru, dan dukungan orang tua. Madrasah telah membuktikan mampu melahirkan generasi unggul, berkarakter, berprestasi, dan mendunia," tegasnya.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Dr. H. Ibnu Asaduddin, S.Ag., M.Pd. Menurutnya, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa madrasah tidak hanya unggul dalam pendidikan agama, tetapi juga mampu melahirkan generasi yang menguasai sains dan teknologi.
"Prestasi ini menunjukkan bahwa madrasah mampu mencetak peserta didik yang siap bersaing di tingkat internasional. Semoga menjadi inspirasi bagi seluruh madrasah untuk terus berinovasi," ujarnya.
Pengawas Pendidikan MI Purwokerto Timur, Hj. Hidayaturrohmah, S.Ag., M.Pd.I., yang mendampingi kontingen sejak keberangkatan hingga perlombaan di Singapura, mengaku bangga atas perjuangan para siswa.
"Saya menyaksikan langsung semangat, disiplin, dan mental juara anak-anak selama mengikuti kompetisi. Mereka menunjukkan bahwa kerja keras, doa, dan ketekunan mampu menghadirkan prestasi yang membanggakan Indonesia," katanya.
Pembimbing tim robotik dari UGM, Wahyudi, menilai keberhasilan tersebut lahir dari latihan yang konsisten dan semangat belajar yang tinggi.
"Anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang besar, disiplin berlatih, serta tidak mudah menyerah. Mereka mampu bekerja sama dengan sangat baik hingga tampil maksimal di kompetisi internasional," ungkapnya.
Sementara itu, Ryugi Dwinandito sebagai salah satu peserta mengaku bangga dapat membawa nama Indonesia di tingkat dunia.
"Kami sangat senang dan bersyukur. Kami berlatih dengan sungguh-sungguh dan akhirnya dapat membawa nama MIN 1 Banyumas serta Indonesia menjadi juara," tuturnya.
Prestasi ini menjadi tonggak penting bagi MIN 1 Banyumas dalam mewujudkan madrasah yang maju, bermutu, dan mendunia. Dari ruang kelas madrasah di Banyumas, lahir generasi yang tidak hanya kuat dalam iman dan akhlak, tetapi juga tangguh dalam ilmu pengetahuan dan teknologi.
Informasi kegiatan ini disampaikan dari Singapura oleh Serli Susilowati dan Editor Tri Susanti kepada awak media melalui jaringan telepon pada Minggu (28/06/2026).
(Redaksi)

Posting Komentar