Menggetarkan! Mimbar Jumat Kini Jadi Garda Penyelamat Pesisir


RTNews. SEMARANG – Politeknik Maritim Negeri Indonesia (Polimarin) bersama Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Tugu menggelar Lokakarya Penyusunan Konten Buku Khutbah Jumat Tematik Islam dan Lingkungan Pesisir sebagai bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (28/6) ini bertujuan memperkuat kapasitas para khatib dalam menyusun materi khutbah yang kontekstual sekaligus melahirkan buku khutbah tematik bagi masjid-masjid di kawasan pesisir.



Lokakarya diikuti pengurus MWC NU Kecamatan Tugu, para khatib, takmir masjid, tokoh agama, akademisi, serta tim pengabdian Polimarin. Melalui semangat ukhuwah Islamiyah dan silaturahmi, para peserta berdiskusi mengenai berbagai persoalan lingkungan yang dihadapi masyarakat pesisir, mulai dari banjir rob, abrasi pantai, intrusi air laut, pencemaran sungai dan laut oleh sampah plastik, penurunan kualitas tambak, hingga pentingnya rehabilitasi hutan mangrove sebagai benteng kehidupan.


Narasumber utama, Dr. M. Rikza Chamami, M.S.I., menegaskan bahwa dakwah Islam perlu menghadirkan perspektif ekoteologi, yakni memadukan keimanan kepada Allah SWT dengan tanggung jawab menjaga kelestarian alam. "Menjaga lingkungan bukan hanya aktivitas sosial, tetapi juga bagian dari ibadah. Kerusakan alam pada hakikatnya merupakan peringatan agar manusia kembali menjalankan amanah sebagai khalifah di bumi," tegasnya. Ia menambahkan, khutbah Jumat memiliki posisi strategis untuk membangun kesadaran ekologis masyarakat sehingga materi khutbah harus disusun sesuai kondisi nyata yang dihadapi jamaah.


Menurut Dr. Rikza, setiap khatib perlu memahami karakter wilayah tempat masjid berdiri. Masjid di kawasan pesisir memiliki tantangan yang berbeda dengan kawasan perkotaan, industri maupun pertanian. Karena itu, tema khutbah harus mampu menjawab persoalan lokal agar pesan dakwah lebih membumi, menyentuh hati, serta mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga ciptaan Allah SWT.


Selain memperkuat substansi dakwah, peserta juga mendapatkan penguatan mengenai syarat dan rukun khutbah Jumat sesuai fikih Islam, serta teknik penyusunan khutbah berdasarkan momentum kalender Masehi, kalender Hijriah, maupun kebutuhan jamaah. Berbagai isu strategis yang mengemuka dalam diskusi, seperti kebersihan saluran air, pemanfaatan air hujan, pelestarian mangrove, pengelolaan sampah rumah tangga, pencemaran mikroplastik, hingga dampak kerusakan lingkungan terhadap nelayan dan petambak, akan menjadi bahan utama penyusunan buku khutbah tematik.


Ketua Tim Pengabdian Polimarin, Ahmad Umam Aufi, menjelaskan bahwa seluruh hasil lokakarya akan dihimpun menjadi Buku Khutbah Jumat Tematik Islam dan Lingkungan Pesisir yang memuat 15 tema khutbah. Buku tersebut diharapkan menjadi panduan praktis bagi para khatib untuk menyampaikan dakwah yang menguatkan iman, menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, sekaligus menggerakkan masyarakat menjaga pesisir sebagai amanah Allah SWT. 


Kolaborasi Polimarin dan MWC NU Kecamatan Tugu diharapkan menjadikan masjid semakin kokoh sebagai pusat dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan umat demi terwujudnya lingkungan pesisir yang lestari, penuh keberkahan, serta membawa kemaslahatan bagi generasi masa depan.


(Redaksi)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama