RTNews. Purwokerto - Rangkaian Test Sumatif Caturwulan (Cawu) I Tahun Dirosah 1447–1448 H di Madrasah Salafiyah Al-Ittihaad 2 Pasir Lor, Karanglewas, Banyumas, Jawa Tengah, resmi berakhir pada Jumat (10/7/2026).
Sejak dimulai pada 5 Juli 2026, para santri mengikuti seluruh mata pelajaran dengan penuh disiplin, semangat, dan tanggung jawab sebagai bagian dari ikhtiar menuntut ilmu yang bernilai ibadah.
Kepala Madrasah Al-Ittihaad 2, Ust. Jamil, S.Pd., diawal pelaksanaan Test Cawu 1, mengajak seluruh santri menghadapi ujian dengan penuh keyakinan. "Hadapi dengan fokus, jalani dengan tenang, percaya pada kemampuanmu. Semoga kamu mendapatkan nilai terbaik," pesannya.
Menurutnya, ujian bukan sekadar mengukur kemampuan akademik, tetapi juga melatih kejujuran, kesabaran, kedisiplinan, dan akhlak mulia dalam mengamalkan ilmu.
Pelaksanaan ujian berlangsung lancar dan tertib sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Mata pelajaran yang diujikan meliputi Al-Hadits, Bahasa Inggris, Al-Fiqih, An-Nahwu, Al-Akhlaq untuk Kelas I sampai dengan VI, hingga Bahasa Ingris dan Teknologi Informasi dan Komputer (TIK) khusus Kelas VII dan VIII.
Seluruh santri diwajibkan membawa kartu ujian dan hadir paling lambat 10 menit sebelum pelaksanaan sebagai bentuk pembiasaan disiplin sejak dini.
Suasana kondusif juga dijaga selama pelaksanaan ujian. Ust. Torik mengingatkan seluruh warga madrasah agar menjaga ketenangan.
"Harap tenang, ada kegiatan Test Caturwulan," tegasnya. Imbauan tersebut mendapat dukungan dari para guru, santri, wali santri, serta berbagai pihak yang turut menyampaikan doa dan ucapan penyemangat agar seluruh peserta mampu menyelesaikan ujian dengan hasil terbaik.
Sebagai penutup rangkaian Test Cawu I, santri kelas VIII mengikuti ujian TIK dengan materi dasar Microsoft PowerPoint. Selain mengerjakan 30 soal pilihan ganda dan lima soal esai, santri juga melaksanakan ujian praktik membuat presentasi menggunakan PowerPoint. Mereka ditantang menyusun presentasi bertema MABIT, Maulid Nabi Muhammad SAW, atau Tahun Baru Islam 1448 H dengan memanfaatkan fitur desain, gambar, SmartArt, WordArt, Animation, dan Transition secara kreatif. Penilaian dilakukan berdasarkan kelengkapan materi, kerapian, kreativitas desain, serta kemampuan mengoperasikan aplikasi presentasi.
Guru TIK menegaskan bahwa pembelajaran teknologi harus menjadi sarana menebarkan manfaat.
"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Jadikan ilmu TIK sebagai sarana berdakwah, menyebarkan ilmu, dan menampilkan presentasi yang menarik, sopan, serta bermanfaat," pesannya kepada seluruh santri.
Rangkaian Test Cawu I ini menjadi bukti bahwa Madrasah Salafiyah Al-Ittihaad 2 Pasir Lor tidak hanya membangun kecerdasan intelektual, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keislaman, akhlakul karimah, kedisiplinan, dan penguasaan teknologi secara seimbang. Dengan iringan doa dari para guru, orang tua, alumni, dan masyarakat, seluruh santri diharapkan memperoleh hasil terbaik, ilmu yang berkah, serta menjadi generasi beriman, berilmu, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi agama, bangsa, dan sesama.
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan, keberkahan ilmu, dan menguatkan jalinan ukhuwah Islamiyah serta semangat silaturahmi di lingkungan madrasah. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.
(Redaksi)

Posting Komentar