RTNews. Bogor – Perguruan Pencak Silat Gelanggang Putra Si Macan Tutul Bogor menggelar acara tasyakuran dalam rangka memperingati Milad ke-47 pada Kamis, 9 Juli 2026, di Gedung Serbaguna Desa Ciomas, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor. Kegiatan berlangsung khidmat, penuh kebersamaan, dan menjadi wujud rasa syukur atas perjalanan perguruan yang telah mengabdi dalam melestarikan seni bela diri pencak silat selama 47 tahun.
Hadir dalam kegiatan tersebut pimpinan, pengurus, dan anggota Perguruan Pencak Silat Gelanggang Putra Si Macan Tutul Bogor, para kasepuhan, pelatih, pendekar, perwakilan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota dan Kabupaten Bogor, Kasi Pendidikan dan Kesehatan Kecamatan Ciomas, tokoh masyarakat, tamu undangan, serta warga yang turut memeriahkan jalannya acara. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bukti nyata dukungan terhadap pelestarian budaya pencak silat sebagai warisan bangsa.
Rangkaian acara diisi dengan doa bersama, tasyakuran, silaturahmi, sambutan-sambutan, serta ditutup dengan pemotongan nasi tumpeng sebagai simbol rasa syukur. Kegiatan ini juga bertujuan mempererat tali persaudaraan di lingkungan perguruan sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di antara seluruh anggota.
Dalam kesempatan tersebut disampaikan bahwa pencak silat memiliki delapan aspek penting, yaitu aspek mental, spiritual, bela diri, seni budaya, dan olahraga yang menjadi dasar pembinaan. Adapun aliran yang dikembangkan di Perguruan Pencak Silat Gelanggang Putra di antaranya Cimande, Cikalong, Pamacan, Syahbandar, Madi, Kari, Pamonyet, Cikaret, dan Timbangan. Perguruan mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama melestarikan dan mengembangkan pencak silat sebagai warisan budaya leluhur Indonesia.
Pimpinan Perguruan Pencak Silat Gelanggang Putra Si Macan Tutul Bogor, Mohamad Syahrudin, menjelaskan bahwa peringatan Milad ke-47 bukan sekadar perayaan hari jadi, melainkan momentum untuk melakukan introspeksi sekaligus memperkuat komitmen dalam menjaga serta mengembangkan pencak silat sebagai warisan budaya Indonesia.
"Milad ke-47 ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus menjaga kekompakan, meningkatkan kualitas pembinaan, serta melestarikan nilai-nilai luhur pencak silat kepada generasi muda. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik," ujar Syahrudin.
Ia berharap Perguruan Pencak Silat Gelanggang Putra Si Macan Tutul Bogor dapat terus berkembang, melahirkan atlet-atlet berprestasi, serta menjadi wadah pembinaan karakter, disiplin, dan persaudaraan bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Di tempat yang sama, Yana Mulyana selaku perwakilan IPSI Kota Bogor menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Milad ke-47 Perguruan Pencak Silat Gelanggang Putra Si Macan Tutul Bogor. Menurutnya, usia 47 tahun merupakan bukti konsistensi perguruan dalam membina generasi muda sekaligus menjaga eksistensi pencak silat sebagai budaya bangsa yang harus terus dilestarikan.
Dengan terselenggaranya Milad ke-47 ini, diharapkan semangat persatuan, persaudaraan, dan kecintaan terhadap seni bela diri tradisional Indonesia semakin tumbuh, sehingga pencak silat tetap lestari serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, daerah, dan bangsa Indonesia.
(Penulis: Herman Jampang)


Posting Komentar